Taktsang Lakhang (Tiger Nest), Biara Diatas Himalaya

   
Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 2286 Pengunjung

Taktsang Lhakhang adalah salah salah satu icon terkenal dan religius di Bhutan. Menjadi tempat paling suci yang dibangun pertama kali pada tahun 1692 oleh Gyalse Tenzin Rabgye. Menurut legenda, Gyalse Tenzin merupakan reinkarnasi dari padmasambhava (Guru Rinpoche). Dipercaya bahwa Guru Rinpoche terbang dari Khenpajong, Tibet menuju gua yang sekarang menjadi biara lantai paling atas. Bermeditasi selama 3 tahun 3 bulan 3 hari dan 3 jam untuk menundukkan roh jahat yang ada di dalamnya.


Taktsang Lhakhang terletak sekitar 10 km disebelah utara kota Paro. Di atas lembah Paro. Berada diketinggian 3.120 meter, dikelilingi tebing curam.


Untuk bisa sampai ke lokasi Tiger Nest, pengunjung harus melakukan perjalanan sekitar 2-4 jam (tergantung pada kecepatan dan kebugaran tubuh) melalui hutan-hutan pinus. Namun jika pengunjung tidak ingin berjalan kaki, pengunjung bisa menyewa sebuah kuda pada penduduk setempat. Harga sewa kuda sekitar US $ 10 per orang. Apabila pengunjung memutuskan untuk menyewa kuda, pawang akan mengukur ukuran pengunjung dan memutuskan kuda mana yang cocok. Kelincahan kuda-kuda di daerah paro sangat menakjubkan karena mereka mampu mengelola tubuh mereka di lereng curam dan medan berbatu. Para kuda cenderung berjalan ditepi tebing, untuk orang yang tidak terbiasa menaiki kuda akan terasa sangat menakutkan. Jika hujan turun jalanan menuju biara Taktsang menjadi licin, sehingga layanan sewa kuda ditiadakan demi keselamatan para pengunjung.


Perjalanan ke biara Taktsang dibagi menjadi 3 pos. Pos pertama berakhir di Taktsang cafetaria, dimana sebagian pengunjung bisa beristirahat dan mengisi tenaga dengan beberapa makanan agar bisa melanjutkan perjalanan ke pos 2.

The Taktsang cafetaria/Teahouse menawarkan minuman panas seperti kopi/teh dan juga biskuit bagi para pengunjung yang lelah. Pengunjung tidak perlu membayar apa-apa untuk ini karena sudah termasuk dalam biaya tour pengunjung. Tidak jauh dari cafetaria juga terdapat beberapa toilet yang bisa digunakan oleh para pengunjung. Bagi pengunjung yang menggunakan layanan kuda sewa, mereka hanya akan mengantar sampai pos ke 2 karena dari pos ke 2 ke pos 3 jalannya berupa tangga, bukan jalan setapak lagi. Bahkan ada beberapa tangga yang sudah agak rusak, tidak memungkinkan dilewati oleh para kuda. Pada pos ke 3, pengunjung sudah bisa melihat pemandangan biara Taktsang (The Tiger Nest).


Setelah pengunjung mencapai biara Taktsang (Tiger Nest), pengunjung harus menyimpan kamera, ponsel atau apa pun yang dapat mengambil gambar. Jangan coba-coba menyelundupkan kamera, karena dijaga ketat oleh para polisi. Tidak ada kamera yang diizinkan masuk untuk memotret. Di dalam biara, pengunjung harus terbiasa dengan bau dupa.


Perjalanan anda ke Buthan tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Tiger Nest.



backpacker-indonesia
Rawa Pening Ambarawa
Diposting Pada : 05/03/2015 22:01:21
Sudah Dibaca : 2205 Visitor
Wisata Sambil Gaya Ala Abbey & Roche
Diposting Pada : 03/03/2015 23:44:26
Sudah Dibaca : 2258 Visitor
Seoul, Romantisme Ibu Kota Korea Selatan
Diposting Pada : 03/03/2015 23:42:29
Sudah Dibaca : 2460 Visitor
Pulau Natuna, Nama Yang Mendunia
Diposting Pada : 03/03/2015 23:20:41
Sudah Dibaca : 3783 Visitor
Lokasi Paling Favorit di Kepulauan Seribu
Diposting Pada : 03/03/2015 23:18:03
Sudah Dibaca : 2509 Visitor
Pengalaman Mancing di Kepulauan Seribu
Diposting Pada : 03/03/2015 23:14:57
Sudah Dibaca : 2677 Visitor
Eksotisnya Wisata Pantai Tanjung Lesung
Diposting Pada : 03/03/2015 23:13:11
Sudah Dibaca : 4284 Visitor
Giethoorn, Venesia Versi Belanda
Diposting Pada : 03/03/2015 23:03:52
Sudah Dibaca : 3672 Visitor
Uji Nyali Di Jembatan Bangkirai KalTim
Diposting Pada : 02/03/2015 2:52:07
Sudah Dibaca : 2303 Visitor
Pesona Pulau Kiluan Yang Mengangumkan
Diposting Pada : 02/03/2015 2:49:24
Sudah Dibaca : 1335 Visitor