Perjuangan Melihat Tarian Lumba Lumba Teluk Kiluan

   
Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 2309 Pengunjung

Perjalanan adalah sebuah film yang menjadikan kita sebagai aktor utama. Di setiap scene tersimpan banyak kejutan yang tak pernah terduga.

Ajakan menemui lumba-lumba di lautan lepas membuatku langsung melirik tabungan. Hampir saja aku menolak karena uang yang kumiliki tak cukup. Namun seorang teman menyadarkanku bahwa sebuah perjalanan bukan hanya sekedar permasalahan uang.

Tekadlah yang paling utama.

Dengan memberanikan diri meminjam uang, aku mendaftarkan diri untuk ikut trip Teluk Kiluan via jalur laut di sebuah kelompok perjalanan September lalu.

Sudah banyak orang yang mengunjungi surganya lumba-lumba itu melalui jalur darat, tapi untuk jalur laut?

Isi Perut Menari Lincah

teluk kiluan

photo from kompasiana

Perjalanan Teluk Kiluan melalui laut sungguh memacu adrenalin. Sangat berbeda dengan perjalanan melalui darat. Menghabiskan waktu selama 5 jam, isi perut  mendadak menari lincah tak tertahankan.

Perasaan ingin muntah benar-benar tak tertahankan. Satu persatu teman-temanku tak berhasil menahan desakan makanan yang keluar. Satu persatu tumbang.

Aku memutuskan untuk tidur dan berusaha mengacuhkan goyangan perahu yang semakin kuat. Sayangnya, sesekali aku kembali terbangun karena ombak yang masuk ke dalam perahu melalui jendela dan pintu masuk.

Tak hanya itu, deburan ombak yang saling berkejaran membuat perahu yang kutumpangi terlempar kesana kemari. Kondisi yang membuat kepala pusing.

Jelajah 3 pulau dalam satu hari

teluk kiluan

photo from facebook.com

Siapa bilang menjelajahi Teluk Kiluan hanya melihat atraksi menakjubkan dari lumba-lumba saja?

Dalam satu hari, aku menjelajahi beberapa pulau sebelum mencapai Teluk Kiluan seperti Pulau Legundi, Pulau Umang, dan Pulau Kelapa.

Saat itu matahari berada di puncak kepala, terik luar biasa. Namun pasir seputih tepung yang menghampar selalu mampu membuatku melupakan sengatan terik ini.

Tak hanya itu, ketiga pulau tersebut memiliki kelebihannya masing-masing.

Berada di Pulau Legundi seolah kita memiliki sebuah pulau pribadi. Suasana sangat sepi! Aku bebas menikmati setiap jengkal keindahan tanpa hiruk pikuk.

Lain halnya dengan Pulau Kelapa yang sedikit ramai karena ada beberapa penjual makanan dan minuman disana. Penjual kelapa muda menjadi penyelamat di siang yang sangat terik ini.

“Mungkin itu alasan kenapa pulau tersebut dinamakan Pulau Kelapa,” gumamku dalam hati.

Kehangatan sang senja

pasir putih

photo from facebook.com

 Berdasar kisah dari mulut ke mulut, pulau ini terkenal sebagai salah satu spot terindah untuk menikmati keindahan matahari senja.

Di pulau ini, aku bisa merasakan hangatnya senja menyapu wajahku. Sesekali kupejamkan mata merasakan hembusan angin.

Tak ayal momen ini langsung kuabadikan melalui kamera poket mungil milikku. Setidaknya keindahan ini harus kubagi dengan teman-temanku nanti sepulang dari sini.

Pertunjukan utama dimulai!

teluk kiluan

photo from facebook.com

Ini adalah tujuan utama para traveler mengunjungi Teluk Kiluan. Melihat atraksi menakjubkan lumba-lumba secara langsung!

Sangat menakjubkan puluhan lumba-lumba menari berkejaran satu sama lain.

Aku ikut berkejaran, bukan dengan lumba-lumba namun dengan teman-temanku yang juga tidak sabar ingin mengabadikan liukan indah lumba-lumba.

Pengendara perahu yang menemaniku dengan lincah mengarahkan perahu ke sana ke mari. Demi mencari spot yang tidak banyak orang karena lumba-lumba hanya akan menampakkan dirinya di tempat yang sepi.

Sayangnya, keinginan ini juga diinginkan hampir semua teman-temanku. Jadilah kami saling kejar-kejaran berlomba mengabadikan liukan terindah lumba-lumba.

Salah seorang kawan nampak mengambil ancang-ancang hendak melompat ke laut. Si pengendara perahu langsung sigap menahan tangannya.

“Tak ada satu orang pun yang diperbolehkan untuk menyelam. Hiu mengikuti pergerakan lumba-lumba dari belakang,” begitu ujarnya.

Pacu adrenalin, hempaskan tubuh ke laut lepas

teluk kiluan

photo from kompasiana

Sepulang  berburu tarian lumba-lumba, petualangan belum berakhir.

Dengan berjalan kaki sebentar saja, melewati medan yang menanjak dengan tepi-tepinya yang curam, aku sampai di tempat yang bernama Lagoon.

Lagoon adalah sebuah kolam yang diairi oleh air laut langsung, karena itulah airnya asin.

Didepan sana ada sebuah tebing setinggi rumah 2 lantai yang memisahkan antara Lagoon dengan laut.

Dan bagian berikutnya menjadi bagian favoritku. Meloncat dari atas tebing ke laut!

Awalnya aku takut setengah mati. Bagaimana kalau aku tidak bisa naik lagi ke atas permukaan air laut? Bagaimana kalau lompatanku terlalu kencang dan kepalaku membentur dasar Lagoon?

Betapa jauhnya permukaan Lagoon ketika kulihat dari

backpacker-indonesia
Hal Terindah Dari Perjalanan Ke Pulau Derawan
Diposting Pada : 16/03/2015 21:47:42
Sudah Dibaca : 2028 Visitor
Ini Yang Membuat Aku Selalu Ingin Kembali ke Bali
Diposting Pada : 16/03/2015 21:46:06
Sudah Dibaca : 2791 Visitor
Fakta Tentang Raja Ampat Yang Kamu Belum Tahu
Diposting Pada : 16/03/2015 21:44:55
Sudah Dibaca : 2265 Visitor
Wisata Yang Bisa Dilakukan Di Wakatobi Selain Menyelam
Diposting Pada : 16/03/2015 21:43:07
Sudah Dibaca : 3278 Visitor
Ini Yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Wisata Ke Pulau Komodo
Diposting Pada : 16/03/2015 21:40:45
Sudah Dibaca : 2497 Visitor
Trip ke Baduy Luar di Awal Tahun 2017
Diposting Pada : 16/03/2015 10:46:02
Sudah Dibaca : 2878 Visitor
NYEPI : bali silent day celebration
Diposting Pada : 15/03/2015 22:48:43
Sudah Dibaca : 2118 Visitor
Arung Jeram di Sungai Palayangan Bandung Memang Asyik!
Diposting Pada : 13/03/2015 15:40:34
Sudah Dibaca : 2650 Visitor
5 Tipe Penumpang Kereta Ekonomi, Yang Sering Kita Temui
Diposting Pada : 10/03/2015 3:15:57
Sudah Dibaca : 2042 Visitor
7 Hal Yang Membuat Traveler Cewek Kelihatan Ribet
Diposting Pada : 10/03/2015 3:13:42
Sudah Dibaca : 2088 Visitor